Wow, Museum Malware Online Sudah Dibuka

The Internet Archive pada Jum'at lalu, meresmikan museum malware online. Disini hampir seluruh ringkasan program malware online pengguna komputer di tahun 1980-an dan 1990-an dapat ditemui. Tampaknya bahwa daya tarik retro berlaku lagi untuk virus komputer.

Museum ini menyajikan contoh virus, lengkap dengan pesan-pesan atau animasi mereka akan menunjukkan ketika akan menginfeksi komputer, memungkinkan pengunjung untuk men-download contoh dan pengalaman malware mereka sendiri ketika terkena "infeksi."

Wow, Museum Malware Online Sudah Dibuka

Demo virus ini dijalankan oleh emulator DOS yang dibuat oleh nirlaba Internet Archive, yang menjadi tuan rumah museum, dan jangan khawatir - virus telah dikebiri, seperti jaminan situs ini.

Sejak pembukaan pameran, telah menarik lebih dari 150.000 pengunjung, kata Jason Scott, seorang sejarawan yang bekerja di Internet Archive.

Virus yang paling populer dengan pengunjung?
"Yang Graphical tampaknya menang," kata Scott TechNewsWorld, mencatat bahwa virus mempromosikan ganja dilegalkan, lengkap dengan on-screen tanaman ganja, " adalah cara menginfeksi komputer dengan teknik terpopuler, dengan 10.000 korban."

Ingat Floppy Disk?
Pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, ketika internet seperti yang kita kenal sekarang masih dalam masa pertumbuhan, paling malware dan virus yang menyebar dengan cara fisik, sebagai pengguna komputer berbagi file dan data pada disket disampaikan dari tangan ke tangan.

Dalam dunia komputer DOS dan monitor monokrom, virus yang efektif menyerang komputer Anda sering melenguh sukses dengan berkedip karakter ASCII, pesan snarky, musik atau layar splash kurang ajar, sebagai contoh museum malware online ini secara jelas menggambarkan virus tersebut.

Salah satu contoh awal adalah virus Frodo, yang akan menyebabkan komputer yang terinfeksi untuk down pada 22 September, yang lahir dari Frodo di Tolkien The Lord of the Rings. Layar komputer akan berkedip pesan "Frodo Lives."

Itu adalah khas dari banyak virus. Mereka dimaksudkan untuk menjadi lebih menyenangkan atau nakal daripada berbahaya, kata kurator museum Mikko Hyponnen, kepala kantor penelitian dari F-Secure. Para penulis virus yang awal hanya ingin melihat seberapa jauh mereka bisa mendapatkan pekerjaan mereka untuk menyebarkan, katanya. Namun, itu semua berubah seiring dengan pertumbuhan Internet.

"Sekitar tahun 2000, penulis tua sekolah virus mulai menyadari bahwa keterampilan mereka dapat digunakan untuk membuat uang," kata Hyoponnen kepada TechNewsWorld. "Itu terjadi sangat cepat, dan itu belum berubah kembali." tutupnya.


Berikan Penilaianmu Terhadap Artikel ini :


Rating: Skala 1 - 5


© Majalah Siantar | All Rights Reserved.


Share on Google Plus

About Miyako Koyami

Majalah Siantar adalah terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai berita terbaru, koleksi artikel bermanfaat, tips dan trik, pandangan tentang topik aktual terkini yang patut diketahui pembaca, karya tulis dan berbagai catatan dalam dunia pendidikan.