Maaf Aku Tak Bisa Hadir di Acara Pernikahanmu

Maaf Aku Tak Bisa Hadir di Acara Pernikahanmu

Kecewa, sedih dan penuh dengan tanda tanya. Semua bergabung menjadi satu ketika aku tiba-tiba mendapatkan undangan darimu. Kamu, yang ku tahu sebagai kekasihku selama kurang dari 6 tahun lamanya, yang sangat ku kenal dengan baik semenjak memulai bangku perkuliahan, dan kini kamu telah memilih dia untuk menjadi lelakimu.

Banyak hal yang memisahkan kita, memang harus ku akui hubungan kita mengalami masalah sulit dalam 2 tahun terakhir, baik masalah keluargamu yang tak merestui hubungan kita, dan aku yang berada jauh darimu. Sebut saja LDR, begitu orang-orang menyebutnya.

Pulang dari kantor, lelahku tiba-tiba menghilang ketika sebuah undangan terletak di atas meja kecil yang ada di teras rumahku. Semua aku menganggap hal itu undangan biasa, atau undangan yang di tujukan kepada orangtuaku. Maklum, hingga kini aku masih tinggal bersama orangtua dan menempati ruang paling belakang dekat dapur yang ku sebut sebagai kamar tidur.

Usai membuat segelas kopi hitam, aku kembali teringat akan undangan itu, ku buka dan ku baca. Hmm, semua tiba-tiba hening, atau hanya aku yang dapat merasakannya aku pun tidak tahu.

Cukup lama ku baca undangan darimu, mungkin aku sampai membaca dengan segenap perhatianku agar aku tak salah mengira bahwa mungkin saja orang yang berbeda dengan kesamaan nama. Setelah beberapa kali memperjelas, ternyata itu kamu. Orang yang sudah bersamaku melewati masa-masa sulit dan indah bersama, dengan segala mimpi akan keluarga kecil yang bahagia kini tersapu bersih dengan kalimat “Mohon doa restu” atas pernikahan antara kau dan lelaki yang sama sekali tidak ku kenal.

Baiklah, aku hanya bisa mengucapkan selamat di dalam hati. Dan maaf, aku tak bisa hadir di acara pernikahanmu, bisa ku bayangkan betapa hancurnya hatiku melihat kalian berdua, mungkin undangan itu juga hanya sekedar pemberitahuan yang sebenarnya tak mengharapkan kedatanganku.

Cukuplah doa yang ku sampaikan agar kelak engkau menemukan bahagia sejati bersama orang yang kau pilih dalam rumah tanggamu yang baru. Dan aku, kini masih berusaha untuk melupakan setiap kenangan saat kita bersama dahulu.
Share on Google Plus

About Miyako Koyami

Majalah Siantar adalah terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai berita terbaru, koleksi artikel bermanfaat, tips dan trik, pandangan tentang topik aktual terkini yang patut diketahui pembaca, karya tulis dan berbagai catatan dalam dunia pendidikan.