Maaf Aku Tak Bisa Hadir di Acara Pernikahanmu: Episode 3

Maaf Aku Tak Bisa Hadir di Acara Pernikahanmu: Episode 3

Maaf Aku Tak Bisa Hadir di Acara Pernikahanmu: Episode 2 - Selang beberapa bulan lamanya setelah hari pernikahanmu, aku merasa jauh lebih baik dibandingkan waktu sebelumnya. Kesibukan yang selama ini ku lakukan ternyata mampu untuk membantuku tidak memikirkanmu lagi. Sepertinya memang pekerjaan telah menyita sebagian besar perhatian, jika bicara dengan target pekerjaan memang tiada habisnya.

Belum lagi hasil pencapaian dari apa yang ku kerjakan memang benar-benar sebanding dengan pengorbananku akan tenaga dan waktu. Sepertinya aku akan semakin membaik meski disela-sela itu semua aku juga pernah sekilas memikirkan dia yang sudah menjadi milik orang lain.

Berbagai tawaran masih terus berdatangan dimana ada banyak kenalan yang ingin mengenalkan aku dengan orang baru yang dengan tujuan siapa tau cocok. Saran itu menurutku bagus, itu bisa membuat aku untuk move on dari seseorang yang sudah jelas tidak akan bisa lagi bersama sebab tidak ada lagi harapan. Toh, untuk apa lagi aku menunggunya. Begitu pikiranku.

Salah seorang karyawan senior di tempatku bekerja rupanya telah memasuki masa pensiunnya. Di kantor, kami merayakan pengabdiannya dengan acara sederhana namun penuh makna. Ia senang bisa bekerja di perusahaan itu karena suasana lingkungan kerja yang sehat. Sekali lagi ia berpesan untuk kami yang masih bekerja agar bersikap profesional dan mampu menghadapi segala tuntutan pekerjaan.

Tiga hari setelah acara perpisahan dengan beliau, sepertinya karyawati baru sudah terlihat ada di kantor dengan usia yang masih muda. Dia tampak menunggu di ruang depan. Karena tidak terlalu memikirkannya aku langsung masuk ke ruangan kantor ku.

Pukul 10.00 pagi, wanita yang tadi ku lihat ada di ruang tunggu depan kini sudah masuk ke dalam ruangan dan ia dipandu oleh seorang OB untuk menempati meja kerja dari karyawan yang sudah pensiun. Setelah duduk di meja kerjanya. Sesekali aku melihatnya tengah menebar senyuman serta menyalam hampir separuh karyawan yang ada di ruangan itu sambil memperkenalkan dirinya.

Pukul 2 sore setelah makan siang, tampaknya hanya aku saja yang belum disalamnya. Namun aku menahan diri seolah gengsi menjagaku untuk tetap sok santai. Padahal, aku juga ingin berkenalan dengan karyawati yang satu ini sebab dari penampilan, mungkin dia yang paling cantik. Respon dari teman-teman lelaki yang masih lajang juga sama, mendadak ia menjadi trending topic di kalangan lelaki karena penampilannya yang sungguh mempesona. Sialan, sepertinya aku sudah tidak sabar berkenalan dengan yang satu ini.

Bersambung...

Share on Google Plus

About Miyako Koyami

Majalah Siantar adalah terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai berita terbaru, koleksi artikel bermanfaat, tips dan trik, pandangan tentang topik aktual terkini yang patut diketahui pembaca, karya tulis dan berbagai catatan dalam dunia pendidikan.